Si kuning
yang terkenal dengan “sejuta umat” jurusan ciputat – lebak bulus, siapa yang
tak mengenalnya. Hampir sebagian orang di wilayah Ciputat mengenalnya. Jejalan
penumpang yang bergelantungan dan mati-matian menghirup oksigen yang terkalahkan
oleh karbondioksida yang berada di dalam koantas bima itu, teriakan si
kondektur “tat blus…tat blus…ciputat.. lebak bulus”, sudah menjadi ciri khas
koantas bima kuning itu.
Sebenarnya
bukan hanya koantas bima tersebut yang berwarna kuning tapi ada beberapa
koantas bima lain yang berwarna kuning. Yang membedakannya ialah dalam
menampung penumpang dan tentunya trayek yang dilaluinya.
Koantas
bima kuning itu telah menjadi idola para mahasiswa. Idola dalam arti bukan
sebenarnya. Jika ada transportasi alternatif lain sesuai tujuan mereka, mungkin
mereka akan memilihnya. Tapi apa boleh buat, apapun resiko yang harus mereka
dapatkan, koantas bima itu selalu menjadi rebutan. Bukan hanya kalangan
mahasiswa, tapi anak sekolah, ibu rumah tangga, pedagang asongan bahkan pegawai
kantoran pun ikut bergelayutan dalam
koantas bima itu. Sungguh sejuta umat.
Selain itu, selalu
saja ada cerita tersendiri dari koantas bima itu. Cerita lucu, menjengkelkan bahkan
menakutkan. Meskipun begitu, mobil itu tetap menjadi pilihan sejuta umat. Dapat dilihat dari
penumpang yang tak pernah sepi dalam mobil itu. Mobil itu telah berjasa
mengantarkan sejuta umat ke tujuan
merka masing-masing.
The Awesome Public Transportation

Komentar
Posting Komentar