Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Vendetta : Lucky’s Revenge

Book title                     : Vendetta : Lucky’s Revenge Author                         : Jackie Collins Publisher                     : Macmillan, London Date published             : 1996                                        Number of pages         : 538 pages Genre                    ...

Duncton Wood

Book Title : Duncton Wood Author : William Horwood Publisher : Hamlyn Paperbacks Date published : 1981                                                   Number of pages:733 pages Genre : Fairy tale Duncton wood is love story novel of moles. Bracken and Rebecca are the main characters. Bracken is not a fighting mole but a gentle, spiritual and caring mole. Rebecca is a happy mole, loves life and bring joy. Bracken and Rebecca love each other and they live in the Duncton wood system which is led by two evil moles, Mandrake and Rune. Beside that, Mandrake is Rebecca’s father. Then, there are many other characters which has relationship with Bracken and Rebecca. They are Bracken’s friend, Boswell is mysterious and down-t...

Indah pada waktunya

Aku terlahir dalam keterbatasan Keterbatasan yang sebenarnya tak ingin ku dapatkan Aku tak memintanya Orang tau ku pun tak mengharapkannya Tapi, Dia berkehendak lain Aku ingin protes Kenapa harus aku Kenapa harus aku yang mengalaminya Gelap .... sepi ... kosong Hanya itu yang aku rasakan Orang bilang mentari bersinar di pagi hari Mana pernah aku tahu Orang bilang pelangi itu indah Aku pun tak tahu Bahkan aku pun tak tahu bagaimana rupa ku sendiri Sungguh aku ingin protes Tapi, aku sadar Dia maha adil Dalam keterbatasan ku Dia masih memberikan sebuah akal sehat yang dapat ku pergunakan untuk berpikir rasional Meski aku ingin protes, tapi aku tak sanggup melakukannya Masih banyak yang harus ku syukuri Aku pun tak ingin meratapi nasib ku Masih banyak yang bisa ku lakukan Tak semua keinginan ku terbaik untuk ku Tak semua harapan ku benar ...

Hilang

Lukisan lembayung nan indah Bagai gumpalan awan hitam yang siap menumpahkan bebannya Sinar mentari di pagi hari Bagai sambaran petir memekakan telinga Kini, aku merasakannya Keadaan yang tak pernah ku bayangkan Senyuman yang selalu terbias indah dari bibirmu Canda tawa yang slalu kau tampakan Kini telah pergi, hilang bersama kepergianmu Aku ingin mengulang saat indah dulu Tapi untuk apa? Itu hanya sebuah kenangan tempo dulu Yang tak mungkin terulang dengan indah Dan kini pun kau telah hilang Rindu ku sebesar kecewa ku Tersimpan dalam ruang yang sama Sulit untuk ku pisahkan Karena kau yang telah membuatnya Meski kini jarak kita sangat dekat Tapi, kita tetap jauh Tak pernah ada senyuman yang terbias darimu Tak pernah ada kata yang terlontar untuk ku Hilang ...! Kau telah hilang Pergi bersama sejuta pertanyaan ku Hilang dari dalam hatiku Hilang bersama kerindua...