Enggan untuk membayangkan apalagi melakukannya. Tiga puluh lebih pasang mata akan menatap pada sosok yang berdiri di depan kelas mereka dengan setengah bergetar dan jantung terasa hampir copot . Sosok itu adalah seorang guru praktikan, sebut saja Defa, yang akan mengajar mereka selama empat bulan ke depan. Kelas pertama yang tertera di jadwal adalah kelas 7C yang memiliki sederetan julukan “ Ter ”; ter-ribut, ter-ramai, ter-susah di atur, ter-biang kerok dan lainnya. Julukan yang diberikan kepada mereka bukan tanpa alasan. Akan tetapi julukan itu ada karena mereka sendiri yang membuatnya. Kesan pertama setelah masuk ke dalam kelas itu adalah guru praktikan itu menyadari semua julukan untuk kelas tersebut hampir sempurna terwujud. Akan tetapi ia melihat sisi lain dari kelas itu. Kekuatan yang bisa dijadikan kelebihan dari kelas itu. Siswa yang sangat aktif, senang bergerak dan banyak bicara. Hanya saja mereka sulit untuk memahami teori. Beb...