Aku terlahir
dalam keterbatasan
Keterbatasan
yang sebenarnya tak ingin ku dapatkan
Aku tak
memintanya
Orang tau ku
pun tak mengharapkannya
Tapi, Dia
berkehendak lain
Aku ingin
protes
Kenapa harus
aku
Kenapa harus
aku yang mengalaminya
Gelap ....
sepi ... kosong
Hanya itu
yang aku rasakan
Orang bilang
mentari bersinar di pagi hari
Mana pernah
aku tahu
Orang bilang
pelangi itu indah
Aku pun tak
tahu
Bahkan aku
pun tak tahu bagaimana rupa ku sendiri
Sungguh aku
ingin protes
Tapi, aku
sadar Dia maha adil
Dalam
keterbatasan ku
Dia masih
memberikan sebuah akal sehat yang dapat ku pergunakan untuk berpikir rasional
Meski aku
ingin protes, tapi aku tak sanggup melakukannya
Masih banyak
yang harus ku syukuri
Aku pun tak
ingin meratapi nasib ku
Masih banyak
yang bisa ku lakukan
Tak semua
keinginan ku terbaik untuk ku
Tak semua
harapan ku benar menurut-Nya
Hidup hanya
sementara
Tak ada yang
kekal di dalamnya
Ibarat
sebuah panggung
Setiap orang
memiliki peran tersendiri
Tak ada peran
yang menyenangkan
Tak ada pula
peran yang menyedihkan
Semua
tergantung pada kita
Bagaimana
kita menyikapi peran yang kita terima
Hanay kita
yang bisa membawa peran itu menyenangkan atau sebaliknya
Dia maha
tahu, Dia maha adil
Akan ada
rencana-Nya yang tak terduga
Yang indah
pada waktunya
Komentar
Posting Komentar