“Dimana ujung sebuah persahabatan?
Adakah batas ujungnya?”
Dua
pertanyaan yang akan menghasilkan berbagai jawaban tergantung siapa yang akan
menjawab pertanyaan itu.
Jika
jawabannya adalah “persahabatan tak akan ada batasnya,abadi terus berjalan
sampai maut memisahkan.”
Lalu
bagaimana dengan pernyataan ini…
“Tapi
kalau orang pacaran, bentrokan bisa putus. Orang menikah pun bisa cerai.
Persahabatan pun bisa begitu kan?”
“Bagimana
kalau terjadi bentrokan? Bagaimana kalau satu pihak merasa tersakiti? Begitu
banyak kemungkinan perpecahan. Apa persahabatan bisa bercerai juga?”
Seorang sahabat tak mungkin menyakiti perasaan sahabat yang
lainnya. Jika sampai menyakiti sahabatnya maka dia berarti menyakiti dirinya
sendiri. It sounds nice. Tapi kita
manusia biasa. Yang namanya manusia makhluk lemah. Hatinya mudah terbola-balik.
Yang semula benci bisa jadi cinta. Yang semula cinta bisa langsung benci.
Yang
penting seh saling percaya saja. Seperti pasangan suami istri yang tetap
bersama sampai tua, sampai bercicit, apa yang membuat mereka bertahan? Bukan sekedar cinta pastinya. Ada
rasa percaya, rasa menghargai, rasa hormat. Prinsip dengan sahabat pun bisa dibuat
sama, kan?
Andaikan kita bisa ingat itu
ketika sedang tersakiti orang lain yang kita sayangi
Tak
semudah diucapkan tapi bisa dipraktekan asal ego dihilangkan dulu dan mengingat kalau kita hanya manusia biasa.
Komentar
Posting Komentar